Bursa bola – Mengatur Kegentingan dalam Depan Gawang El Che dengan 8 Pemain

Laga Valencia melawan Barcelona subuh tadi (1/12) menyediakan drama yang beda. Dimulai atas Valencia yang terus-terusan mengancam gawang Barcelona, hingga gol kemenangan Los Cules pada masa injury time.test1

Ya, Barcelona dalam walhasil tersembul sejajar pemimpin pada kompetisi yang beredar di Mestalla ini. Kekalahan itu agak memedihkan bagi Valencia pasal sejatinya mereka tampak semakin hebat melalui banyaknya peluang kritis. Sebaliknya, Barcelona kian amat kesulitan keluar daripada tekanan.

Barca benar2 luar biasa kesulitan merempuh penjagaan tim didikan Nuno Espirito Santo yang berhasil membuat setiap pemainnya menyusun lini tameng solid. Akan tetapi dengan ketekunan serangan yang naik merencah laga usai, Luis Enrique sukses menghasilkan timnya sebagai pihak yang tertawa di selesai pertarungan.

Mengecutkan Sela Antar tokoh dalam Depan Area Tempat Penalti

Petunjuk betapa sulitnya Barca menyerbu defensi Valencia yaitu mereka cuma mampu memproduksi satu tembakan sepanjang satu jam awal pertarungan. Sedangkan dengan penguasaan bola Barca makin handal dgn 72% berbanding 28%.

Hal ini dikarenakan Valencia memadukan jarak antar pemainnya dalam depan area ruang penalti. Nuno Santo yang menerapkan gaya 4-3-3, menyuruh tiap-tiap penyerang kepak Valencia, Sofiane Feghouli dan Rodrigo, untuk menarik langkah sampai selevel dengan trio gelandang Valencia yang dihuni Daniel Parejo, Javi Fuego, & Andre Gomes.

Mundurnya Feghouli juga Rodrigo memproduksi Barcelona menjauhi penyerangan via sisi sayap. Sebab kalau dipaksakan mereka kudu menghalangi dua tokoh Valencia yg siap menghadap lini terjang atas Barcelona.

Pun demikian dengan menyerang lewat tengah. Tatkala bola digulirkan ke tengah, salah satu atas Parejo-Fuego-Gomes selalu menurunkan tindasan agresif di dalam pemain Barca yang selagi membendung bola. Ketika salahsatu menekan, dua tokoh lain fokus membela daerah di belakangnya atau wilayah depan tempat penalti.

Usaha ini memproduksi Barcelona cuma memanggungkan bola di tengah dengan sesekali menunggu celah di area pertahanan Valencia. Umpan-umpan langsung atas tengah tempat ke jantung defensi ataupun tempat kotak penalti pun akhirnya diperagakan. Itu benar-benar tak strategi harapan Barcelona, akan tetapi toh mereka tertekan melakukannya soalnya sangat runyam merengsek ke tembok Valencia dgn cara “normal”.

Di atas yakni grafis umpan Barcelona pada interval 60 menit. Sangat tersua jika strategi serbuan Barcelona terhambat di tempat pusat lapangan. Umpan demi umpan hanya masuk di wilayah tengah, sebab menerobos sisi kepak pun agak sulit karena adanya Feghouli & Rodrigo.

Barca sendiri dalam akhirnya menolakkan penyerangan lewat tengah, di mana Lionel Messi beroperasi. Sialnya, Messi senantiasa diikuti sama bek Valencia, Nicolas Otamendi, yg tampil bagus dalam pertengkaran ini. Dalam perkelahian tersebut, bek asal Argentina tersebut mencecahkan 3 tekel berjaya, 5 clearance, dan 8 intersep.

Tidak cuma Otamendi yg bermain elok menjalankan tameng. Setiap pemain tengah kendati dapat melapisi tembok penjagaan Valencia sehingga makin sukar ditembus lini penyerangan Barcelona. Trio Parejo-Gomes-Fuego membuahkan 17 tekel.

Salah satu unsur berbeda mengapa Barca kurang kreasi pada lini tengah yakni ketetapan Luis Enrique yang mencantumkan 2 pemain gelandang bertahan di dalam starting line-up. Sergio Busquets ditemani Javier Mascherano sederajat double pivot. Sementara satu gelandang lain dihuni oleh Xavi Hernandez.

Seusai laga, sejumlah kubu betul2 mempersoalkan ketetapan sirkulasi dalam lini tengah. Dengan cederanya Andres Iniesta, mestinya Ivan Rakitic mengikuti Xavi selaku kreator lini tengah Barca. Rakitic seorang diri baru masuk sejajar tokoh pengganti pada menit ke-68. Enrique agaknya baru meyakini jika lini tengah mereka sangat bermasalah di menyusun ruang dan peluang.